The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.

.
Latest Post

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)



Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Th. ajaran 2013-2014
SMP Muhammadiyah 15 Surabaya

Persyaratan :
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Foto copy akta lahir dan KSK (2 lembar)
  3. Foto copy nilai UN dan Ijazah (2 lembar jika sudah ada)
Waktu Pendaftaran :

Gelombang I   : tanggal 18 Maret 2013 s.d 18 Mei 2013
Gelombang II  : tanggal 22 Mei  s.d 15 juni 2013

Hari Senin - Kamis pukul 07.00 s.d 14.00 Wib.
Hari Jum'at - Sabtu pukul 07.00 s.d 11.00 Wib.

Biaya Pendaftaran :
  1. Pendaftaran                                                    : Rp.    200.000,-
  2. Dana Pengembangan Pendidikan (DPP)  : Rp. 2.000.000,-
Tempat Pendaftaran :

SMP Muhammadiyah 15
Jl. Platuk No. 104 Surabaya
Telp. 031-3723606 Fax. 031-3727516
Email : smpm15_sby@yahoo.co.id

Peta Lokasi Pendaftaran


Keputusan Muktamar Muhammadiyah Ke-26


KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE 46
TENTANG REVITALISASI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH

BAB I
MUQADDIMAH

Pendidikan Manusia yang Menghidupkan  dan Membebaskan

Peradaban  manusia  yang  terus  bergerak,  berubah  dan  berkembang  semakin  cepat sebagai kekuatan spiritual sejarah adalah wujud dari kehendak robbul jalal. Sejarah adalah  kisah keberhasilan, kemajuan dan kegagalan manusia meniti perubahan peradaban dalam usaha  memenuhi  hajat  hidupnya.  Sebagian  manusia  dan  bangsa-bangsa  bisa  menikmati kemajuan dan perubahan peradaban,  sedangkan  yang  lain menderita akibat  gagal meniti perubahan peradaban itu.

Manusia dan bangsa-bangsa yang dicerahi iman ialah manusia dan bangsa-bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks) secara spiritual (tanpa lelah dan
berhenti)  bisa  memanfaatkan  perkembangan  peradaban  bagi  kepentingan  kemanusiaan pada zamannya dan generasi sejenisnya di masa depan. Manusia dan bangsa-bangsa yang menguasai ipteks adalah manusia dan bangsa yang unggul, berkemajuan, berkeadaban dan tercerahkan yang  terus memperbarui  dan mengembangkan ipteks  melalui penelitian dan pendidikan bagi kepentingan kemanusiaan

Islam yang  diwahyukan,  termaktub  dalam Al-Qur’an  adalah  al-din yang  mengajarkan prinsip-prinsip  perubahan  peradaban  dan  perkembangan  ipteks  bagi  keadaban  manusia untuk hidup bersama (taawwun) mengelola alam semesta ciptaan robbul jalal sebagaimana dituntunkan  sunnah  Rasul  Muhammad  SAW.  Al-Qur’an  adalah  wahyu  berisi  kisah  jatuh-bangunnya  manusia  dan  bangsa-bangsa  di  dunia  sepanjang  sejarah  sebagai  pelajaran dan  petunjuk  hidup  bersama  (taawwun;  tolong  menolong)  memihak  yang  menderita, membebaskan  manusia  dari  kebodohan  dan  kemiskinan  bagi  keunggulan  keadaban, kesejahteraan dan kemakmuran seluruh manusia dalam sebuah bangsa.

Pendidikan merupakan upaya sadar penyiapan peluang bagi manusia untuk menguasai ipteks  berbasis  wahyu  tekstual  ( qauliyah)  dan  wahyu  natural  ( qauniyah:  alam  semesta), mengembangkan  kemampuan  pemanfaatan  alam  semesta,  menyerap  seluruh  prinsip perubahan  peradaban  bagi  kesejahteraan  seluruh  umat  manusia dalam bentangan  masa depan  sejarah. 

Pendidikan  Muhammadiyah  adalah  pendidikan  pencerahan  kesadaran ketuhanan (makrifat iman/tauhid) yang menghidupkan, mencerdaskan dan membebaskan manusia  dari  kebodohan  dan  kemiskinan  bagi  kesejahteraan  dan  kemakmuran  manusia dalam  kerangka  kehidupan  bangsa  dan  tata  pergaulan  dunia  yang  terus  berubah  dan berkembang. Adalah  kewajiban  setiap  Muslim  mengembangkan,  menyebarluaskan,  belajar  dan mengajarkan  ipteks  bagi  kemajuan  peradaban  dan  kesejahteraan  umat  manusia  sebagai pengabdian  (ibadah)  kepada  Allah,  wujud  keyakinan  tauhid. 

Satu  abad  lalu  KH.  Ahmad Dahlan merintis pembaruan pendidikan sebagai kesatuan  kelembagaan berbasis kesatuan ipteks yang telah tumbuh sebagai tradisi masyarakat pembelajar berbasis makrifat spiritual dalam bentuk  tabligh (pendidikan luar sekolah), pesantren, madrasah, dan sekolah sebagai realisasi dakwah  amar ma’ruf nahi munkar.


BAB II
RUMUSAN FILSAFAT PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH

Pendidikan  Muhammadiyah  adalah  penyiapan  lingkungan  yang  memungkinkan seseorang  tumbuh  sebagai  manusia  yang  menyadari  kehadiran  Allah  swt  sebagai  Robb dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS). Dengan kesadaran spiritual makrifat (iman/tauhid) dan penguasaan IPTEKS, seseorang  mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri, peduli sesama yang menderita akibat kebodohan dan kemiskinan, senantiasa  menyebarluaskan  kemakmuran,  mencegah  kemungkaran  bagi  pemuliaan kemanusiaan  dalam  kerangka  kehidupan  bersama  yang  ramah lingkungan  dalam  sebuah bangsa dan  tata pergaulan dunia  yang adil,  beradab dan sejahtera sebagai ibadah  kepada Allah.

Pendidikan  Muhammadiyah  merupakan  pendidikan  Islam  modern  yang mengintegrasikan agama  dengan kehidupan dan antara  iman dan kemajuan yang holistic. Dari rahim pendidikan Islam yang untuk itu lahir generasi muslim terpelajar yang kuat iman dan kepribadiannya, sekaligus mampu menghadapi dan menjawab tantangan zaman. Inilah pendidikan Islam yang berkemajuan. IPTEKS adalah hasil  pemikiran rasional secara  holistik dan komprehensif  atas realitas alam semesta (ayat kauniah) dan atas wahyu dan sunnah (ayat qauliyah) yang merupakan satu kesatuan integral melalui kegiatan penelitian dan pengembangan yang terus menerus diperbaharui bagi kemulyaan kemanusiaan dalam alam kehidupan yang lestari.

Penguasaan IPTEKS  adalah  langkah  awal  dari  tumbuhnya  kesadaran  makrifat,  sehingga  pemikiran rasional adalah awal dari kesadaran spiritual makrifat ketuhanan. Pengabdian ibadah kepada Allah meliputi ibadah  yang  terangkum  dalam  rukun  Islam,  penelitian dan pengembangan IPTEKS,  penataan lingkungan  hidup  yang lestari  berkelanjutan  dalam  kehidupan  bersama yang beradab, berkeadilan dan sejahtera, serta pembebasan setiap orang dari penderitaan akibat kebodohan dan kemiskinan.


VISI DAN MISI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH

A.   Visi

Terbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, berkemajuan dan unggul dalam IPTEKS sebagai perwujudan tadjid dakwah  amar ma’ruf nahi munkar

B.   Misi
  1. Mendidik manusia memiliki kesadaran ketuhanan (spiritual makrifat).
  2. Membentuk  manusia  berkemajuan  yang  memiliki  etos  tadjid,  berfikir  cerdas, alternatif dan berwawasan luas.
  3. Mengembangkan  potensi  manusia  berjiwa  mandiri,  beretos  kerja  keras,  wira usaha, kompetetif dan jujur.
  4. Membina peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki kecakapan hidup dan ketrampilan sosial, teknologi, informasi dan komunikasi.
  5. Membimbing peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki jiwa, kemampuan menciptakan dan mengapresiasi karya seni-budaya.
  6. Membentuk  kader  persyarikatan,  ummat  dan  bangsa  yang  ikhlas,  peka,  peduli dan ber- tanggungjawab terhadap kemanusiaan dan lingkungan.


BAB III
KONSEP PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH

A.   Nilai-Nilai Dasar Pendidikan Muhammadiyah

Amal  usaha  bidang  pendidikan  dalam    persyarikatan  Muhammadiyah    merupakan bidang yang paling strategis bagi upaya mewujudkan kemajuan umat dan bangsa.

Lembaga pendidikan  Muhammadiyah  telah  eksis  dan  bertahan  selama  seabad  yakni  sejak  1911-2010  menurut  perhitungan  kalender  miladiyah  dan  lebih  dari  seratus  tahun  menurut perhitungan hijriyah (1330-1431 H). Fakta ini memberikan pelajaran bahwa kemampuan untuk  survive  lembaga  pendidikan  yang  dimiliki  Muhamma diyah  dan  kontribusinya bagi bangsa Indonesia, tidak dapat dil epaskan dari model pendidikan Muhammadiyah yang  di dasarkan  atas  nilai-nilai   berikut;  pertama,  pendidikan  Muhammadiyah diselenggarakan  merujuk  pada  nilai-nilai  yang  bersumber  pada  Al-Qur’an  dan  Sunnah Nabi.   Kedua,  ruhul  ikhlas  untuk  mencari  ridha  Allah  SWT,  menjadi  dasar  dan  inspirasi dalam  ikhtiar  mendirikan  dan  menjalankan  amal  usaha  di  bidang  pendidikan.  Ketiga, menerapakan prinsip  kerjasama  (musyarokah) dengan tetap mememlihara sikap kritis, baik pada masa Hindia Belanda, Dai Nippon (Jepang), Orde Lama, Orde Baru hingga pasca Orde Baru.  Keempat, selalu memelihara dan menghidup-hidupkan  prinsip  pembaruan (tajdid), inovasi  dalam  menjalankan  amal  usaha  di  bidang  pendidikan.  Kelima,  memiliki  kultur untuk  memihak  kepada  kaum  yang  mengalami  kesengsaraan  (dhuafa  dan  mustadh’afin) dengan melakukan proses-proses kreatif sesuai dengan tantangan dan perkembangan yang terjadi  pada  masyarakat  Indonesia.  Keenam,  memperhatikan  dan  menjalankan  prinsip keseimbangan (tawasuth atau moderat) dalam mengelola lembaga pendidikan antara akal sehat dan kesucian hati.

B.   Aspek-Aspek Pendidikan Muhammadiyah

1.  Aspek Pembelajar

Pendidikan Muhammadiyah yang  menghidupkan  dapat dilihat  dari aspek pembelajar (peserta didik) adalah model pendidikan yang memberikan peluang untuk berkembangnya akal  sehat  pada  diri  pembelajar  serta  pada  waktu  yang  sama  juga  mendorong  untuk tumbuhnya hati yang suci dalam diri peserta didik serta soft skill (IQ, EQ, SQ).

Dengan kompetensi yang dimiliki oleh para pembelajar yang dihasilkan oleh pendidikan Muhammadiyah,  maka  para  pembelajar  tersebut  pada  tahap  berikutnya  akan  memiliki kemampuan  untuk  hidup  di  masyarakat,  bermanfaat  bagi  bangsa,  negara  dan  ummat.  Pendidikan yang condong kepada terciptanya individu yang sesuai fithrahnya, cakap dalam bidang ilmu yang dipelajarinya dan menjadi agen bagi pencapaian tujuan hidup yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

2.  Aspek Pembelajaran

Pendidikan  yang  menghidupkan  dan  membebaskan  memerlukan  adanya  integrasi kritis antara legitimasi normatif (Al-Qur’an dan Al-Hadits) dengan realitas sosial. Pendidikan Muhammadiyah  tidak  bisa  menjadi  lembaga  pendidikan  sebagaimana  yang  dikelola lembaga sosial keagamaan lainnya, tetapi pendidikan Muhammadiyah terikat dengan nilai-nilai  dasar  perjuangan  Persyarikatan,  artinya  pendidikan  dalam  Muhammadiyah  harus menjamin  terciptanya  lulusan  yang  cerdas  sekaligus  berposisi  sebagai  kader  organisasi demi kelangsungan organisasi Muhammadiyah.

Penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah perlu memperhatikan nilai manfaat  sebagai  upaya  pemenuhan  prinsip-prinsip  sosio  kemanusiaan  (aspek  sosiologis) sehingga  out  put  lembaga  pendidikan  Muhammadiyah  memiliki  kontribusi  nyata  bagi masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan Muhammadiyah harus memperhatikan dimensi sosialnya  akan  bermanfaat  bagi  kemanusiaan  dan  memperhatikan  dimensi  ideologis agar  dapat  menjadi  “industri”  bagi  pencerahan  peradaban  dan  sekaligus  sebagai  sarana terciptanya kader persyarikatan yang mampu menafsir tanda-tanda zaman.

3.  Aspek  Pendidik

Pendidikan Muhammadiyah yang  menghidupkan  dari aspek pendidik dapat  dimaknai sebagai  proses  integrasi  berbagai  aspek  yang  terkait  dengan  pembelajaran  seperti kompetensi  akademik,  kompetensi  pedagogik,  kompetensi  atau  komitmen  ideologi persyarikatan,  kompetensi  sosial  dan  kompetensi  kepribadian,  artinya  pendidik  yang bekhidmat dalam  lingkungan amal usaha  pendidikan Muhammadiyah  yang unggul  dalam bidang  keilmuan  dan  keislaman.  Pendidik  yang  mengabdi  pada  lembaga  pendidikan Muhammadiyah  adalah  pendidik  yang  memiliki  kompetensi  dasar  sebagai  pendidik  yang didukung  oleh  komitmennya  pada  ideologi  persyarikatan  Muhammadiyah,  nilai-nilai  dan pemahaman keislaman sebagaimana yang dipahami Muhammadiyah. Dengan kompetensi pendidik  Muhammadiyah  tersebut,  maka  pendidik  dapat  memainkan  peran  penting dalam  upaya  untuk  mewujudkan  pendidikan  Muhammadiyah  yang  menghidupkan  dan membebaskan.

Kemampuan komparatif yang dimiliki para pendidik di lingkungan lembaga pendidikan Muhammadiyah akan menentukan arah perubahan peradaban. Para pendidik harus memiliki pengetahuan dasar mengenai pendidikan moral (akhlak) sebagai sarana untuk menanamkan karakter pembelajar yang sesuai dengan nilai-nilai Islam; pendidikan individu sebagai usaha untuk  menumbuhkan  kesadaran  individu  yang  utuh;   dan  pendidikan  kemasyarakatan sebagai usaha menumbuhkan kesediaan dan keinginan hidup bermasyarakat.

4.  Aspek Persyarikatan

Pendidikan Muhammadiyah yang menghidupkan dan membebaskan dikaitkan dengan persyarikatan  adalah  model  pendidikan yang  mampu  menjadi media  dan  instrumen bagi eksistensi dan pengembangan kegiatan sosial kemanusiaan persyarikatan Muhammadiyah. Sinergi  lembaga  pendidikan  Muhammadiyah  sebagai  instrumen  persyarikatan  mencapai tujuan  terwujudnya  masyarakat  Islam  yang  sebenar-benarnya  menjadi  penting  untuk merespons tantangan perkembangan dan perubahan yang begitu cepat. Lembaga pendidikan perlu  mengembang  misi persyarikatan dengan  konsisten agar  lembaga  pendidikan benar-benar menjadi alat persyarikatan mencapai tujuannya.


5.  Aspek Manajerial

Aspek manajerial manajemen yang dipakai di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah yang  sesuai  dengan  prinsip-prinsip  Islam,  juga  mengadopsi  prinsip-prinsip  manajemen modern. Perpaduan prinsip manajemen itu sebagai kebutuhan untuk tetap menghidupkan lembaga  pendidikan  Muhammadiyah,  selain  kebutuhan  untuk  merespons  perubahan yang berlangsung, juga tetap menggalang prinsip-prinsip dasar pengelolaan lembaga yang dirumuskan Muhammadiyah sebagai induk lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Penerapan  manajemen  modern  seperti  adanya  standarisasi,  profesionalisme, impersonal, reward and punishment, di satu sisi memberikan dasar yang kuat bagi eksistensi lembaga  pendidikan  Muhammadiyah,  tapi  di  sisi  lain  kalau  itu  dilakukan  secara  kaku dan  rigid  akan  merugikan  Persyarikatan  Muhammadiyah,  misalnya  dalam  recruitment  di lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah bisa melupakan  pertimbangan yang bersifat ideologis  gerakan. Kondisi tersebut  telah menyebabkan institusi pendidikan di lingkungan Muhammadiyah  dikelola  oleh  orang-orang  yang  profesional dibidangnya, namum  kurang memiliki pemahaman yang kuat pada prinsip-prinsip nilai sebagaimana yang diperjuangkan Muhammadiyah.

Memperhatikan pengalaman seabad pengelolaan institusi pendidikan yang ada dalam lingkungan Muhammadiyah kiranya perlu ditegaskan adalah urgensi adanya sikap kritis dan prudential dalam implementasi manajemen modern agar tidak  bertentangan  dengan ruh Persyarikatan  Muhammadiyah.  Implementasai  manajemen  modern    dalam  pengelolaan institusi-institusi  pendidikan  di  lingkungan  Muhammadiyah  harus  dapat  dikembalikan pada    prinsip-rpinsip  dasar  (core  of  values)  yang  telah  disepakati  oleh  Persyarikatan Muhammadiyah.

6.  Aspek Kurikulum

Strategi  pengembangan  kurikulum  berdasarkan  pada  orientasi  kebutuhan,  dimana dimensi  akademik  dan  keorganisasian  menjadi  faktor  krusial  dan  inti  dalam  penentuan muatan  kurikulum.

Pendekatan  backward  curriculum  harus  dikedepankan  agar  prinsip  Kontekstualisasi  pendidikan  akan  berguna  bagi  organisasi  dan  peserta  didik  apabila proses  dan  muatannya  dirancang  sesuai  dengan  kebutuhan  dasar  keilmuan,  ideologi persyarikatan dan pasar atau yang dibutuhkan oleh masyarakat dewasa ini untuk menjawab tantangan-tantangan  modernitas. Kurikulum pendidikan Muhammadiyah harus menganut prinsip desentralisasi  yang  mampu  memberdayakan  pendidik untuk  mendinamisasikan isi kurikulum  secara maksimal. Integrasi  kurikulum  yang  mengakomodasi  dimensi  akademik, sosial  dan  persyarikatan  dapat  dicapai  dengan  tidak  membebani  peserta  didik  dengan kurikulum yang tidak berlebihan. Pencapaian kurikulum pendidikan Muhammadiyah harus berorientasi pada kompetensi dan berkelanjutan.

Pelaksanaan  pendidikan  digerakkan  dengan  nilai-nilai  organisasi  Muhammadiyah seperti  keikhlasan,  pengabdian dan semangat  menolong serta mengutamakan kebutuhan organisasi.  Manajemen  pendidikan  Muhammadiyah  harus  berbasis  manajemen Persyarikatan  yaitu  manajemen  yang  bersinergi  antara  tuntutan  etis  pendidikan  dengan misi Persyarikatan. Lembaga pendidikan dapat berfungsi sebagai penyangga bagi eksistensi Muhammadiyah  untuk  menghidupkan,  mencerdaskan  dan  membebaskan  dengan menjadikan Persyarikatan sebagai induk yang menaungi institusi pendidikan.

Dalam  mengelola  pendidikan  Muhammadiyah  tetap  memperhatikan  kepentingan organisasi  bukan  semata-mata  berorientasi  pada  stakeholders.  Keberadaan  institusi pendidikan  sebagai  amal  usaha  ditempatkan  sebagai  instrumen  dan  wahana  beramal sehingga  pendidikan  tidak  diarahkan  semata  pada  pencapaian  kompetensi  tetapi  juga dalam kerangka pengkaderan Persyarikatan.

7.  Aspek Kemasyarakatan

Pendidikan Muhammadiyah yang  menghidupkan, mencerdaskan, dan membebaskan dapatdibaca sebagai proses kegiatan pendidikan yang  memihak  kepada masyarakat yang mengalami kesengasaraan (dhu’afa dan mustadh’afin). Jika dipahami dalam konteks  sekolah masa kini di abad ke 21,  model pendidikan Muhammadiyah dari sisi in put, proses kegiatan pembelajarannya, materi yang diajarkan (kompetensi yang ingin dicapai) serta out put dari hasil  pendidikan  yang  dijalankan  haruslah  memihak  kepada  orang-orang  yang  sengsara.

Hasil  dari  akumulasi  kegiatan  pendidikan  dari  institusi  yang  dimiliki  oleh  persyarikatan Muhammadiyah dari tingkat  TK, SD, Sekolah Menengah sampai  Perguruan Tinggi haruslah dapat  mengentaskan  kehidupan  masyarakat  yang  miskin  (mengalami  kesengsaraan) menjadi lebih baik kehidupannya.

Dengan rumusan lain  proses kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh Muhammadiyah memiliki  kewajiban  secara  keimanan  yang  dinamis  untuk    mampu  melakukan  social reconstruction secara  bertahap   dan  pada akhirnya   akan mampu memberikan kontribusi melahirkan  suatu  social  construction,  masyarakat  baru  seperti  dicita-ciatakan  oleh Muhammadiyah yakni masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (al  ijtima al madinah).

Dalam  koteks kehidupan  modern  abad  ke 21  amal  usaha dibidang   pendidikan  yang dijalankan  oleh Muhammadiyah  harus tetap konsisten dengan   misi perjuangannya  untuk memihak  kepada  orang-orang  nasibnya  kurang  baik  secara  ekonomi.  Amal  Usaha  yang dimiliki oleh Muhammadiyah tidak boleh hanyut terbawa angin globalisasi yang dalam batas-batas  tertentu  membawa  efek  samping  semakin  merembesnya  paham  kehidupan  yang merujuk  pada  paham  materilisme-kapiltalisme  liberalisme. 

Pendidikan  Muhammadiyah sejauh mungkin harus dapat memberikan akses kepada kaum dhu’afa untuk bisa menikmati institusi-institusi  yang  dimiliki  oleh  Muhammadiyah.  Jika  masyarakat  yang  mengalami kesengsaran  secara  ekonomi    tetap  memiliki  harapan  akan  datang  masanya  terjadi perubahan nasib hidupnya melalui berbagai amal usaha yang dimiliki oleh Muhammadiyah di bidang pendidikan, maka kehadiaran  Muhammadiyah melalui  amal usahanya di bidang pendidikan kiranya dapat disebut sebagai pendidikan yang menghidupkan, mencerdaskan, dan membebaskan.



BAB IV
RENCANA STRATEGI PENDIDIK MUHAMMADIYAH

A.  Pengembangan Kurikulum
  1.  Strategi pengembangan kurikulum
  2. Kurikulum integratif
  3. Kurikulum kompetensi
  4. Kurikulum humanistik
  5. Kurikulum sosial dan antisipatif

 B.  Pengembangan Sumber Daya Manusia
  1. Peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
  2. Peningkatan loyalitas pada persyarikatan Muhammadiyah
  3. Peningkatan kualifikasi akademik pendidik dan tenaga kependidikan.
  4. Peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidikan
  5. Peningkatan kemampuan manajerial kepimpinan lembaga pendidikan.

 C.  Reformasi Manajemen Pendidikan
  1.  Hubungan  antar  lembaga  pendidikan  Muhammadiyah  dengan  masyarakat, pemerintah, dan persyarikatan
  2. Sistim kepegawaian yang diatur bersama oleh lembaga pendidikan dengan persyarikatan dan SOP
  3. Sistim keuangan berbasis kinerja dan SOP 
  4. Penerapan prinsip-prinsip good governance

 D.  Pemberdayaan Kelembagaan
  1. Fungsi pendidikan
  2. Fungsi dakwah
  3. Fungsi pengkaderan
  4. Fungsi pelayanan

 E.  Penanaman Kultur
  1. Disiplin ibadah, waktu, belajar, bekerja
  2. Kesantunan
  3. Keteladanan
  4. Kejujuran
  5. Kesederhanaan
  6. Kebersihan
  7. Suka beramal sale
  8. Layanan
  9. Hemat
  10. Percaya diri
  11. Sabar dan bersyukur
  12. Bijak dan bertanggungjawab
  13. Dinamis
  14. Berfikiran maju

 F.  Pengembangan Sarana dan Prasarana
  1. Pendataan aset pendidikan Muhammadiyah
  2. Standarisasi sarana dan prasarana pendidikan Muhammadiyah
  3. Pengembangan ICT, penerbitan dan perpustakaan

Jadwal Ujian Kelas 7 - 8


Jadwal Ujian Akhir Kelas 9


Jadwal Intra & Ekstra Kurikuler





JADWAL KEGIATAN INTRA DAN EKSTRA KURIKULER
SMP MUHAMMADIYAH 15 SURABAYA
TAHUN PELAJARAN 2012 – 2013



INTRAKURIKULER

NO
JENIS  KEGIATAN
HARI
WAKTU
PEMBINA
1
Hizbul Wathon
Jum’at
10.00 – 11.00
Pembina H W
2
Tapak  Suci
Sabtu
07.00 – 08.40
Pelatih T S


EKSTRAKURIKULER

NO
JENIS  EKSTRAKURIKULER
HARI
WAKTU
PEMBINA
1
FUTSAL
MINGGU
06.00-07.00
SYAMSUL ARIFIN


RABU
15.00-16.00

2
OLIMPIADE FISIKA
SELASA
15.00-16.00
EVA HABIBAH S.Pd





3
TARI REMO
SELASA
14.30-15.30
INDAH PURWANDARI




S.Pd
4
BOLA VOLLY
SELASA
15.30—16.30
A.FANDIR ISMAIL





5
OLIMPIADE MATEMATIKA
KAMIS
15.00-16.00
NILA MEISASI K D





6
ENGLISH N ‘ARABIC CLUB
JUM’AT
13.00-14.00
FAHKRUR ROZI


SABTU
13.00-14.00

7
QIROAH
JUM’AT
13.00-14.00
MFTAHUL C





8
BOLA  BASKET
JUM’AT
15.30-17.00
NURDIN  LUSJIANTO





9
DESIGN  GRAFIS
JUM’AT
13.00-14.00
ARI TRY PRASETYO





10
JURNALISTIK
SABTU
09.00-10.00
FIQIH ARFANI





11
TAPAK SUCI PRESTASI
SABTU
19.00-21.00
TRI YULIANTO            





12
ROBOTIKA
SABTU
09.00-10.00
ALI  SOEJONO


Mengetahui,                                                                Surabaya,8 Agustus 2012
Kepala Sekolah                                                           Pembina IPM/OSIS




Ali Fauzi, S.Ag. M.Pd.I                                               Arif Rahmadi, S.Pd
NBM : 740.145                                                           NBM : 840.775
 
Support : Creating Website | Kurniawan Blog | Kurniawan 2013
Copyright © 2011. SMP Muh. 15 Surabaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Blog Kurniawan
©Copyright By Kurniawan, February 2013